Kriminalitas anak usia dini

Nama               : Prima Maryan

Fak / Jur          : Ekonomi / Manajemen

NIM                : 01211129

Tingkat Pelaku Kriminalitas Anak Usia Dini Di Indonesia

Anak adalah sebuah ladang subur bagi setiap orang tua untuk dapat ditanami dengan ilmu dan akhlak yang baik yang nantinya dapat menjadi bekal bagi anak mereka untuk dapat sukses dalam kehidupan mereka kelak, bagi orang tua anak  juga merupakan investasi untuk kehidupan dunia dan akhirat mereka kelak karena tentunya semua orang tua mengharapkan anaknya mampu menjadi orang yang berguna bagi keluarga, masyarakat, Negara, dan agama.

Tetapi, bagaimana jika anak – anak yang kita cintai melakukan tindakan yang negatif yang dapat memberikan dampak kurang baik bagi hidup mereka. Karena pada saat ini banyak ditemukan kasus tindakan kriminal yang dilakukan oleh anak usia dini mulai dari tawuran, mencuri, judi, pemerkosaan, narkoba, dan penganiyayaan. Yang sangat disayangkan apabila masa – masa mereka akan dihabiskan dalam tempat rehabilitasi atau sampai pada rumah tahanan.

Tentunya hal ini tak terlepas dari kewajiban orang tua, guru, dan pemerintah untuk memberikan pendidikan, pembelajaran, bimbingan moral dan pengetahuan kepada para calon generasi muda ini agar mereka dapat terhindar dari hal – hal yang dapat merugikan diri mereka sendiri.

Berikut merupakan beberapa contoh kasus yang merupakan tindakan criminal yang dilakukan oleh anak dibawah usia dini.

  1. Tawuran Pelajar

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah meminta keterangan enam orang siswa SMA Negeri 70 dan empat saksi korban dari SMA Negeri 6 terkait tawuran pada Senin, 24 September 2012, yang menewaskan Alawy Yusianto Putra.  Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Hermawan menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara ada dua kesimpulan yang diperoleh polisi tentang penyebab tawuran. “Pertama, mereka mengatakan tawuran itu sudah jadi budaya di sekolah mereka, sudah berlangsung turun-temurun dari senior mereka,” terang Hermawan dalam keterangan pers di Mapolres Jaksel Senin (1/10/2012) sore. Dijelaskan Hermawan, karena siswa menganggap perseteruan itu sudah membudaya, mereka pun seakan sudah menganggap penyerangan terhadap lawannya sebagai hal yang lumrah. Penyerangan yang berakibat fatal pada Alawy, siswa SMAN 6 dianggap sebagai bagian dari pelaksanaan budaya negatif tersebut.  “Yang kedua, mereka punya batas daerah tertentu. Pihak sebelah dilarang memasuki daerah yang lain,” ujar Hermawan.  Misalnya, tutur dia, siswa SMA 6 dilarang memasuki Jalan Bulungan, yang menjadi wilayah SMA 70. Demikian pula, Jalan Mahakam adalah teritori SMA 6 dan menjadi wilayah terlarang bagi siswa SMA 70.  Pelanggaran terhadap batas wilayah kekuasaan itu bisa langsung memicu tawuran. Saat kejadian pada Senin pekan lalu, disebutkan ada empat siswa SMA 6 yang melewati batas teritori tersebut dengan melintas masuk Jalan Bulungan.  Melihat kejadian itu, sejumlah siswa SMA 70 pun langsung mengadakan serangan. Kejadian itu kemudian diketahui oleh Fitra Ramadhani alias Doyok alias FR (19) dan rekan-rekannya yang saat itu masih berada di halaman sekolah. Mereka pun langsung menyerbu keluar dan mengambil perlengkapan tawuran yang biasanya disimpan di salah satu selokan.  “Terjadi beberapa kali saling serang, sekitar tiga kali bolak-balik. Pas serangan ketiga itulah FR berhasil masuk cukup jauh dan menyerang korban,” kata Hermawan.  Ia mengungkapkan, FR saat ini menghuni ruang tahanan dewasa karena usianya tergolong dewasa. Penerapan undang-undang yang diakan dikenakan pada FR pun tidak mengalami perubahan.  “Pasal 338 KUHP (pembunuhan) yang utama,” kata Hermawan.

(http://megapolitan.kompas.com/read/2012/10/01/18062186/Ini.Pemicu.Tawuran.SMA.6.dan.SMA.70)

  1. Penganiayaan yang dilakukan pelajar

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Lokasi yang diduga menjadi tempat penganiayaan pelajar di Bandar Lampung yang terekam di dalam video dan kemudian beredar di antara telepon seluler milik warga berhasil ditemukan. Lokasi penyiksaan itu berupa tanah kosong, dekat dengan salah satu gedung SMPN yang tergolong populer di Bandar Lampung. Menurut warga yang ditemui di lokasi itu, Kamis (6/10/2011) kemarin, Senin lalu, ia sempat melihat sekumpulan anak sekolah di lokasi tersebut. Namun, dia tidak menyangka jika ada penganiayaan. “Tidak ada suara tangis, hanya suara-suara tertawa saja, saya pikir ada yang ulang tahun,” ujar warga yang tidak mau disebut namanya. Dia juga menambahkan bahwa pelajar yang ada di video tersebut adalah pelajar dari SMPN 16 Bandar Lampung. Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga Bandar Lampung dihebohkan dengan munculnya video penyiksaan pelajar SMP. Di dalam video berdurasi 15,17 detik ini, terdengar cacian yang tidak pantas diucapkan. Dalam video yang diduga direkam dengan ponsel ini juga terlihat seorang siswi ditampar, ditendang, dan dimaki-maki oleh seseorang yang memakai jaket dan celana jins. Dari suara-suara yang terdengar, kemungkinan yang merekam video tersebut adalah seorang anak laki-laki. Namun, hingga kini belum ada pernyataan dari aparat berwenang terkait temuan video penyiksaan tersebut. Demikian pula halnya dengan para pelaku, yang belum diketahui identitasnya.

(http://regional.kompas.com/read/2011/10/07/09235535/Ditemukan.Lokasi.Pembuatan.Video.Penyiksaan)

  1. Pencurian oleh pelajar

Liputan6.com, Medan: Sebanyak tiga pelajar sekolah menengah umum dibekuk karena mencuri uang Rp 5 juta di Medan, Sumatra Utara, baru-baru ini. Ketiga anak yang berbeda sekolah mengaku awalnya mereka bertemu di depan kios milik Marbun, di dekat Universitas Nommensen Medan, saat sama-sama bolos. Ketika membolos itulah, terlintas di pikiran mereka, banyak kesempatan memperoleh uang dalam sekejap. Diincarlah kios Marbun. Saat pemilik kios pergi ke belakang, seorang di antara mereka mencuri uang. Sementara yang lain mengawamati situasi.
Sekali berhasil menggasak duit, mereka pun keranjingan hingga beraksi tiga kali di kios yang sama. Pada aksi pertama, mereka berhasil menggondol Rp 2,5 juta. Berikutnya, mereka berhasil mencuri Rp 1,5 juta. Dua aksi pertama ini dilakukan selama April silam. Uang hasil curian dipakai untuk berfoya-foya dan membeli sepatu, celana, serta kaos. Pada aksi ketiga mereka mencoba menggasak uang Rp 1 juta dari laci kios. Pada aksi ketiga inilah, mereka tertangkap basah. Kasus pelajar mencuri ini bukan yang pertama terjadi. Bahkan, beberapa kasus pencurian di kalangan remaja tidak dilatarbelakangi motif mendapatkan kekayaan. Motifnya bisa juga soal gengsi. Seperti yang dilakukan Yoyo, siswa sekolah menengah kejuruan di Cimahi, Bandung, Jawa Barat, sebulan silam. Dia nekat mencuri sepeda motor karena ingin “gagah-gagahan” di jalanan seperti temannya http://news.liputan6.com/read/59159/mencuri-uang-tiga-pelajar-pembolos-dibekuk

Contoh kasus diatas merupakan segelintir saja perilaku kriminalitas yang dilakukan oleh anak – anak usia dini dari data Badan Komisi Perlindungan anak mencatat pada sepanjang kuartal pertama tahun 2012 tercatat 2.008 kasus kriminalitas yang dilakukan anak usia dini. http://hizbut-tahrir.or.id/2012/08/26/anak-berlaku-kriminal-salah-siapa/. Merujuk data layanan pengaduan masyarakat melalui  Hotline Service dalam bentuk pengaduan langsung, telephone, surat menyurat maupun elektronik, sepanjang tahun 2011 KomNas Anak  menerima 2.386 kasus. Sama artinya bahwa setiap bulannya KomNas Anak menerima pengaduaan masyarakat kurang lebih 200 (dua ratus) pengaduan pelanggaran terhadap hak anak. Angka ini meningkat 98% jika dibanding dengan pengaduan masyarakat yang di terima Komisi Nasional Perlindungan Anak pada tahun 2010 yakni berjumlah 1.234 pengaduan.  Dalam laporan pengaduan tersebut,  pelanggaran terhadap hak anak  ini tidak semata-mata pada tingkat kuantitas jumlah saja yang meningkat, namun terlihat semakin komplek dan beragamnya modus pelanggaran hak anak itu sendiri. Pengaduan hak asuh (khususnya perebutan anak pasca perceraian) http://komnaspa.wordpress.com/2011/12/21/catatan-akhir-tahun-2011-komisi-nasional-perlindungan-anak/.

Angka – angka diatas bukan merupakan angka yang tidak ada artinya akan tetapi angka – angka tersebut adalah bentuk dari kelalaian orang tua, para pengajar, dan pemerintah yang kurang memperhatikan dan melindungi hak anak sehingga anak- anak yang harusnya dapat menjadi tonggak kuat sebuah Negara akan dapat hancur begitu saja kare kita semua lalai dalam mengasuh dan mendidik mereka. Anak bagaikan selembar kertas putih yang dimana siap diisi tulisan dengan berbagai tinta – tinta kehidupan yang baik untuk mereka.

Pengaruh Gender dalam Pemilihan Karir

  1. 1.      Pendahuluan

Fenomena perbedaan gender telah mempengaruhi jenis pekerjaan atau karir yang harus diambil oleh seseorang. Stereotype masyarakat seringkali telah menilai terhadap jenis kelamin seseorang. Masyarakat menghendaki agar jenis tugas atau pekerjaan tertentu dilakukan oleh jenis kelamin tertentu pula. Memang baik diakui atau tidak, jenis kelamin kadang-kadang menentukan seseorang dalam memilih karir pekerjaan. Seorang perempuan mungkin akan mengambil karir yang kiranya dapat dijalaninya, tanpa banyak hambatan dengan peran jenis gendernya nanti di kemudian hari, misalnya sekretaris, dokter anak, psikolog anak, guru atau dosen, penunggu atau penjaga toko dan sebagainya. Demikian pula sebaliknya seorang laki-laki akan memilih sesuai dengan dirinya misalnya tentara, polisi, hakim, jaksa dan lain sebagainya (http://adhisusilokons.wordpress.com/pengembangan-karier/).  

 Dalam buku Sex and Gender yang ditulis oleh Hilary M. Lips mengartikan Gender sebagai harapan-harapan budaya terhadap laki-laki dan perempuan. Misalnya; perempuan dikenal dengan lemah lembut, cantik, emosional dan keibuan. Sementara laki-laki dianggap kuat, rasional, jantan dan perkasa. Ciri-ciri dari sifat itu merupakan sifat yang dapat dipertukarkan, misalnya ada laki-laki yang lemah lembut, ada perempuan yang kuat, rasional dan perkasa. Perubahan ciri dari sifat-sifat tersebut dapat terjadi dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat yang lain (Mansour Fakih 1999: 8-9). Hal ini membuat adanya batasan bagi kaum perempuan khusunya dalam mengembangkan karirnya, membuat mereka terkungkung dalam tradisi yang mengharuskan mereka hanya sebagai ibu rumah tangga saja tanpa bisa mengembangkan kemampuan mereka yang sebenarnya

Seiring berkembangnya zaman membuat para wanita merasa mempunyai hak untuk membentuk karir mereka sendiri selain tugas wajib mereka sebagai ibu rumah tangga. Banyak forum – forum diskusi yang dibuka untuk para wanita dalam membicarakan masa depan karir mereka dan para wanita saat ini pun sudah mulai terbuka wawasannya untuk tidak hanya bekerja berdasarkan gender saja tetapi, mereka sudah mulai mencoba untuk bekerja dibidang yang dimana kebanyakan yang melakukan adalah kaum pria. Menurut Irianto (2001 : 94), pengertian karir meliputi elemen-elemen obyektif dan subyektif. Elemen obyektif berkenaan dengan kebijakan-kebijakan pekerjaan atau posisi jabatan yang ditentukan organisasi, sedangkan elemen subyektif menunjuk pada kemampuan seseorang dalam mengelola karir dengan mengubah lingkungan obyektif (misalnya dengan mengubah pekerjaan/jabatan) atau memodifikasi persepsi subyektif tentang suatu situasi (misalnya dengan mengubah harapan).

Namun ironisnya, di tengah gegap gempitanya upaya kaum feminis memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender itu, masih banyak pandangan sinis, cibiran dan perlawanan yang datang tidak hanya dari kaum laki-laki, tetapi juga dari kaum perempuan sendiri. Masalah tersebut mungkin muncul dari ketakutan kaum laki-laki yang merasa terancam oleh kebangkitan perempuan atau mungkin juga muncul dari ketidaktahuan mereka.

Wanita memang diharuskan menjadi ibu rumah tangga tetapi saat ini sudah banyak para ibu rumah tangga yang juga turut bekerja membantu para suami dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka atau hanya sekedar menyalurkan hobi mereka. Mulai dari pekerjaan yang memang banyak digeluti wanita seperti salon, penjahit baju, catering, bidan, guru, sekertaris, dan lain – lain yang memang merupakan masih keahlian wanita. Tetapi saat ini sudah mulai banyak wanita yang tidak hanya menggeluti pekerjaan yang memang kebanyakan di ambil oleh para wanita pada umumnya. Ada beberapa dari mereka yang mencoba keberuntungan mereka dengan melakukan pekerjaan yang seharusnya di lakukan oleh para pria mulai dari pekerjaan yang kasar sampai menjadi pemimpin dalam sebuah perusahaan atau malah menjadi pemimpin negara.

Hal yang mereka lakukan itu bukan karena mereka menolak kodrat mereka menjadi seorang wanita akan tetapi mereka melakukannya hanya karena untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, karena tidak ada pekerjaan lain yang sesuai dengan kemampuan mereka, dan bisa saja karena mereka ingin menunjukan kepada semua orang tentang kemampuan yang mereka miliki dapat bersaing pula dengan para kaum pria. Bukankah pekerjaan apapun itu adalah boleh dilakukan asalkan halal dan tidak merugikan orang lain, dan bila para wanita mampu bekerja melakukan kewajibannya sebagi ibu rumah tangga dan wanita karir juga tidak menjadi masalah bagi mereka untuk dapat bekerja layaknya kaum pria.

Pekerjaan yang berhubungan dengan dunia wanita telah banyak dibahas oleh media – media, forum diskusi dan lain – lain, kali ini saya mencoba mengangkat tema tentang Wanita Yang Berprofesi Sebagai Security.

  1. Identifikasi Masalah

Adapun identifikasi masalah dari penelitian ini adalah :

  1. Apa alasan yang memilih bekerja menjadi seorang security ?
  2. Bagaimana tanggapan keluarga dan orang terdekat tentang pekerjaan security ?
  3. Bagaimana perlakuan perusahaan yang mempekerjakan mereka sebagai security wanita?
  4. Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui :

  1. Alasan memilih bekerja sebagi security
  2. Tanggapan keluarga dan orang terdekat tentang pekerjaan mereka sebagai security
  3. Perlakuan perusahaan yang memperkerjakan security wanita
    1. Pembahasan

4.1  Alasan Wanita Memilih Bekerja Sebagi Security

Bagaimana pandangan anda saat ditanya tentang pekerjaan secutrity atau petugas keamanan atau satpam?. Tentunya semua menjawab bahwa pekerjaan itu adalah perkerjaan yang cukup berat karena harus menjaga sebuah kantor atau gedung dari berbagai kekacuan, kerisuhan atau malah dari pencurian. Butuh keberanian untuk menjadi security karena pekerjaan mereka juga beresiko besar, tanpa pengalaman atau keahlian bela diri maka akan sulit rasanya bagi security berhadapan dengan orang – orang yang akan membuat kerugian di tempat yang dijagannya. Selain itu perawakan yang tegap, gagah, dan tegas layaknya seorang aparat kepolisian selalu menjadi cerminan dimata umum tentang seorang security. security/satpam adalah suatu kelompok petugas yg di bentuk oleh suatu instansi/proyek maupun badan usaha untuk melakukan keamanan fisik,dalam hal ini untuk menyelenggarakan keamanan swakarsa di lingkuangan/kawasan kerjanya (http://securitysweet.blogspot.com/2011/01/pengertian-tentang-securitysatpam.html).

Apa jadinya bila semua hal diatas itu dilakukan oleh seorang wanita? Tentunya akan jadi bahan pembicaraan semua orang bukan, tetapi itulah yang terjadi saat ini banyak sekali perusahaan yang mempekerjakan para wanita yang memang dari segi fisik terlihat lebih tegap dan sedikit gagah yang pada akhirnya membuat para wanita ini mencoba mencari rezeki dipekerjaan ini. Wanita yang memilih bekerja sebagai security memiliki alasan tersendiri selain karena desakan ekonomi, banyak pula yang bekerja sebagai security karena mereka merasa kurang pandai dalam hal administrasi kantor atau pekerjaan yang berhubungan dengan wanita. Pekerjaan security dianggap cukup mudah karena mereka tidak perlu menghabiskan waktu berjam – jam hanya untuk mengurusi administrasi kantor, mereka cukup berdiri atau berkeliling area pekerjaan mereka untuk mengawasi keamanan tempat mereka bekerja.

4.2 Tanggapan Keluarga dan Orang terdekat Terhadap Pekerjaan Security

Pekerjaan yang di anggap kurang sesuai dengan gender bisanya menjadi bahan pembicaraan orang – orang karena mereka beranggapan kenapa harus memilih pekerjaan tersebut padahal masih banyak pekerjaan yang sesuai dengan gender mereka. Hal ini pula yang dirasakan oleh para security wanita banyak keluarga yang awalnya menentang mereka bekerja sebagai security karena alasan gender dan resiko pekerjaan yang akan mereka hadapi nantinya.

Tetapi karena saat ini telah banyak yang memakai jasa security wanita akhirnya orang – orang telah sadar bahwa pekerjaan ini juga layak dilakukan oleh wanita bukan hanya dilakukan oleh pria.

4.3 Perlakuan Perusahaan Terhadap Security Wanita

Mereka diperlakukan yang sama pula dengan para security pria lainnya seperti tes fisik saat melamar pekerjaan, latihan fisik setiap harinya tetapi mungkin hanya waktunya saja yang diperisingkat karena bagaimanapun mereka tetaplah wanita yang kondisi fisiknya tidak mungkin sama dengan kaum pria.

Pekerjaan yang dilakukan juga sama seperti security pada umumnya yaitu menjaga dan mengawasi lingkungan tempat mereka bekerja, hanya saja mereka tidak diwajibkan mendapatkan shift jaga malam karena memang sudah diatur dalam UU tentang ketenagakerjaan. Selebihnya mereka melakukan pekerjaan yang sama dengan security pria. Pertanyaanya mengapa mereka mau melakukan pekerjaan yang beresiko ini?? kenapa mereka tidak mencari pekerjaan yang setidaknya tidak mengancam keselamatan mereka?. Dari banyak kasus alasan  mereka melakukan pekerjaan ini karena memang tidak ada keahlian lain yang mereka punya dan desakan ekonomi lah yang menjadikan mereka mengambil pekerjaan ini. Bagi mereka tidak apalah menjadi security wanita yang penting dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Lalu bagaimana dengan perusahaan yang mempekerjakan para wanita menjadi security? Apa alasan mereka melakukan hal itu?. Perusahaan yang mempekerjakan mereka tentunya memiliki alasan yang jelas contohnya seperti security wanita terlihat lebih ramah dan sopan dibanding security pria. Kedisiplinan mereka terhadap tugas dan tanggung jawab pekerjaan mereka juga menjadi alasan perusahaan mempekerjakan mereka dan masih banyak lagi alasanlainnya. Yang terpenting bagi perusahaan adalah membuat peraturan yang bijaksana dalam memberikan kewajiban dan hak para security wanita.

Tidak bisa dipungkiri fenomena ini semakain sering terjadi di sekitar kita, terlepas dari seharusnya pekerjaan ini adalah pekerjaan kaum pria dan tidak pantas dikerjakan oleh wanita tetapi hal itu tak menjadi pengaruh bagi para security wanita ini untuk melakukan profesi yang telah menjadi sumber penghasilan hidupnya.

  1. Kesimpulan

Perbedaan gender pada saat ini tidak menjadi hambatan bagi seseorang dalam menemukan profesi dan karir yang mereka geluti. Karena telah banyak contoh kasus yang telah membuka mata semua orang bahwa pekerjaan yang hanya diperuntukan bagi pria ternyata mampu dikerjakan dengan baik dengan kaum wanita misalnya saja menjadi seorang security atau petugas keamanan.

Pekerjaan yang mengandung resiko besar ini telah menjadi pilihan beberapa wanita yang memang membutuhkan pekerjaan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka. Bukan mereka menentang takdir mereka menjadi wanita karena bagaimanapun mereka tetaplah wanita yang bila setelah bekerja menjadi security merak juga mengurus rumah, memasak untuk keluarga, dan merawat anak – anak dan suami mereka.

 

 

 

 

 

Tugas Pembahsan Jurnal Umum Manj. Karir

PENGARUH KEPEMIMPINAN, MOTIVASI, PELATIHAN, DAN

LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN

PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA SURAKARTA

Oleh : Vera Parlinda

M. Wahyuddin

Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta

Link : http://www.pdfseeker.net/PENGARUH-KEPEMIMPINAN,-MOTIVASI,-PELATIHAN,-DAN-Jalan-A.-Yani-….html#

Pembahasan :

Sebuah perusahaan baik perusahaan BUMN maupun Swasta pasti mengiinginkan pelanggan merka puas dengan kinerja perusahaan. Hal ini tidak terlepas dari SDM yang dimiliki oleh prusahaan haruslah yang berkualitas agar menghasilkan out put yang berkualitas pula baik itu barang maupun jasa. Ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan dalam meningkatkan mutu perusahaan terutama tentang SDM yang dimiliki.

Gaya kepemimpinan yang baik akan memberikan dampak positif terhadap kinerja pegawai karena, jika manajemen perusahaan salah dalam menerapkan kepemimpinannya maka akan berdampak pada kehancuran perusahaan. Akan banyak masalah yang timbul mulai dari sisi internal sampai eksternal maka, manajemen harus betul – betul memikirkan budaya apa yang cocok untuk diterapkan diperusahaan dan sebisa mungkin untuk selalu konsisiten ndalam penerapannya.

Dari gaya kepemimpinan yang baik akan berdampak pula pada motivasi karyawan. Karyawan yang bekerja di bawah pimpinan orang – orang yang saling menghargai kerja pegawainya dan mau memberikan motivasi bagi pegawainya akan mampu meningkatkan prestasi karyawan yang dimiliki. Bila sudah ada motivasi yang baik dipikiran para karyawan akan berdampak positivn terhadap kinerja karyawan di perusahaan.

Setelah motivasi yang tinggi dari karyawan terbentuk saatnya perusahaan harus memberikan nilai tambah untuk meningkatkan mutu SDM yang dimiliki agar nantinya mereka dapat memberikan kontribusi kepada perusahaan dengan lebih baik dari yang telah nmereka miliki. Pelatihan atau training yang di ikuti oleh seluruh karyawan akan membentuk citra perusahaan yang baik pula dimata karyawan dan stake holder karena, mereka beranggapan bahwa perusahaan tidak hanya ingin tenaga dan pikiran para karyawannya saja akan tetapi mereka juga memberikan tambahan ilmu yang baik bagi karyawan.

Faktor lain yang tidak kalah penting di sini adalah lingkungan kerja perusahaan. Bagaimana susana kerja dan budaya kerja yang diterapkan perusahaan apakah berjalan baik atau tidak maka, perusahaan harus lebih peka terhadap hal ini karena dengan lingkungan kerja yang kondusif akan berdampak pada suasana kerja yang profesional.

Bila dilihat dari isi juranal di atas maka perusahaan PDAM Surakarta masih perlu merubah lagi sistem kerja mereka yang terkesan lamban dan tidak profesional. Agar nantinya hal ini akan memberikan dampak positif dari masyarakat terhadap kinerja karyawan PDAM.

 

Tugas Sistem Karir

  1. 1.                  Pengembangan Karir

Berawal dari lulusan salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya dengan jurusan manajemen perbankan, membuat saya berpikir setelah lulus kuliah harus segera bekerja di bank agar ilmu yang baru saya dapatkan di bangku kuliah dulu tidak terbuang percuma. Bersyukur karena tidak perlu menunggu waktu lama saya dapat diterima bekerja di salah satu bank swasta di Surabaya. Posisi yang saya jabati sekarang memang terbilang masih rendah dan yang membuat saya merasa seperti itu adalah karena saya bekerja sebagai karyawan kontrak bukan sebagai karyawan tetap di perusahaan tersebut.

Selama bekerja saya mulai merasa tidak terlalu nyaman dengan pekerjaan saya ini karena ada beberapa hal yang kurang sesuai dengan kepribadian saya. Jenuh mulai terasa tetapi karena pengalaman yang belum terlalu banyak saya dapat, akhirnya saya putuskan untuk tetap bertahan dan mulai memperhatikan disekitar lingkungan pekerjaan saya. Apakah ada hal yang dapat saya lakukan untuk berkembang dan mengali kemampuan – kemampuan yang belum saya sadari. Untuk itu saya mulai untuk mencoba hal baru yaitu mencoba menawarkan produk dan layanan di bank tempat saya bekerja. Bersyukur ternyata saya mampu untuk menawarkan dan menjual ke nasabah sehingga saya menjadi menemukan kelebihan saya yang awalnya tidak terpikir oleh saya.

Lingkungan pekerjaan yang cukup kondusif membuat hubungan antar karyawan sangat baik. Terutama antara saya dengan atasan saya tentunya. Atasan saya selalu memberikan masukan yang positif untuk performance saya. Beliau juga memberikan gambaran karir yang dapat saya ambil dengan melihat kemampuan yang saya miliki dengan kebutuhan perusahaan saat ini.

Promosi yang ditawaarkan di tempat saya bekerja semua terletak dari nilai performance dan nilai rekanan. Bisa dibilang persentasenya 50 : 50 jadi tidak ada istilah keberuntungan, mungkin ada tapi tidak seratus persen tetapi semua terletak dari usaha dan kerja keras. Yang terbaiklah yang akan tetap di pakai oleh perusahaan.

Diposisi yang saya duduki sekarang pelatihan – pelatihan teknis mungkin sudah cukup banyak saya dapatkan di tempat kuliah. Yang terpenting dalam mendukung performance saya adalah tentang peningkatan produk dan service knowlage. Selain itu pelatiahan tentang pendidikan bahasa juga perlu di dapatkan agar menambah nilai plus bagi pekerja.

Pelatihan yang diadakan oleh perusahaan juga merupakan penilaian dalam performance tiap individu. Jadi akan sangat berpengaruh juga bagi progam promosi jabatan. Karena itu tujuannya juga untuk kebaikan karyawan dan perusahaan khususnya.

Perusahaan sudah berusaha untuk memberikan kepuasan karir bagi karyawanya dengan memberikan salary dan insentif yang sesuai dengan kualitas performance. Akan tetapi setiap individu pasti memiliki tingkat kepusan yamg berbeda. Jadi semua tergantung pada karyawannya tersebut, apakah ingin terus maju ataukah sudah cukup puas dengan ini semua.

  1. 2.                  Perancanaan Karir Hidup

2.1              Meliputi tiga bagian yaitu :

2.1.1        Pemahaman Diri

Minat terbesar saya adalah di pekerjaan yang berhubungan dengan orang, karena saya senang sekali berbagi info dan pengetahuan dengan orang lain. Saya juga tidak terlalu menyukai pekerjaan yang monoton tiap harinya karena memang saya termasuk tipe yang mudah bosan dengan hal yang terlalu rutin. Keterampilan berbicara atau presentasi di depan orang merupakan modal saya untuk berani mengembangkan minat saya. Selain itu penguasaan materi yang dengan cepat saya pelajari membuat saya lebih percaya diri bahwa saya bisa bekerja sebagai marketing khusunya. Nilai yang harus saya tanam di diri saya adalah selalu rendah hati, bersyukur, percaya diri, positif tihking, dan selalu berusaha memberikan nilai tambah pada diri disetiap harinya. Semua itu tertuju pada satu tujuan yaitu untuk hidup yang lebih berarti lagi. Bukan hanya sekedar hidup saja tanpa memiliki arti.

2.1.2        Pemahaman Lingkungan

  • Peranan Keluarga

Keluarga saya adalah tergolong keluarga yang demokratis karena setiap mengambil keputusan apa pun selalu dengan pembicaraan yang baik dan serius. Saat saya mengambil keputusan untuk bekerja di bank, keluarga semua mendukung keputusan yang saya ambil asal semua itu memang positif untuk saya. Tidak ada pemaksaan dalam membangun karir saya hanya mereka selalu mengigatkan untuk selalu memikirkan dengan baik – baik sebelum mengambil keputusan.

  • Informasi Organisasi

Di perusahaan saya informasi tentang pengembangan karir lewat jalur promosi selalu diberikan secara langsung dan terbuka. Proses seleksipun dilakuakn dengan profesional tidak melihat dari status sosial dan yang lainnya, semua dilihat dari rapot performa tiap individu.

2.1.3        Pemahaman Implementasi

  • Ketrampilan Pengambilan Keputusan

Dalam pengambilan keputusan saya termasuk orang yang mudah bimbang jadi saya sangat membutuhkan masukan dan contoh real di lapangan agar saya mudah untuk menentukan mana yang cocok dengan minat dan kepribadian saya.

  • Ketrampilan yang dimiliki

Ketrampilan yang saya miliki adalah mampu mempresentasikan dimuka umum. Mampu membuat yakin orang dengan perkataan saya

3.1              Faktor – faktor yang Terkandung

3.1.1        Psikologis

Bila dilihat dari segi psikologis saya termasuk orang yang bertipe sanguinis jadi, dapat diartikan saya sangat senang dengan hal – hal yang berhubungan dengan orang. Terlepas dri kekurangan saya sebagi orang sanguinis, saya selalu berusaha untuk terus memperbaiki diri agar dapat menyeimbangkan dengan orang – orang disekitar saya. Yaitu dengan selalu mengatur kata – kata yang baik bila ingin menyampaikan sesuatu ke orang lain. Selain itu saya juga berusaha untuk mengungkapkan hal dengan wajar dan benar agar orang – orang tidak merasa tertipu dengan apa yang saya informasikan.

 

3.1.2        Sosiologis

Kehidupan sosioloigis saya terbilang cukup baik, hal ini bila dikaitkan dengan sifat sanguinis yang membuat saya dengan mudah untuk beradaptasi dan bergaul dengan orang – orang disekitar saya. Namun ada beberapa hal yang menghambat saya dalam bergaul yaitu bila berada di lingkunagan yang terlalu jauh kelasnya dengan saya maka, saya mersa kurang mampu untuk menyelaraskan pembicaraan dengan mereka.

3.1.3        Ekonomis, fisik, dan pendidikan

Bila berbicara tentang ekonomis, saya merasa pekerjaan saya saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan saya sendiri khususnya, walau resiko finansial selalu membayangi langkah saya dalam bekerja. Sehingga saya jadi merasa tidak terlalu tenang dalam bekerja. Selain itu utnuk masalah fisik saya merasa sudah cukup puas dengan kondisi saya saat ini karena, kondisi fisik saya masih mampu untuk melakukan pekerjaan – pekerjaan sehari – hari di kantor. Dalam memasuki era persaingan kerja saat ini saya sudah mempunyai planning untuk menambah keterampilan dalam segi komunikasi berupa bahasa dan hal – hal yang nantinya dapat membantu saya dalam melakukan pekerjaan saya.

3.1.4        Keberuntungan

Saya berpedoman bahwa hidup ini tidak ada yang serba kebetulan. Semua pasti dilakukan dengan kerja keras dan disiplin yang nantinya akan membawa kesuksesan dalam hidup. Kalaupun ada faktor keberuntungan maka itu tidak mungkin didapatkan secara Cuma – Cuma karena semuanya pasti memerlukan pengorbanan.

4.1              Sistem Yang Saling Berhubungan

4.1.1        Individu

  • Kebutuhan

Kebutuhan saya adalah untuk mengembangkan potensi yang telah ada agar dapat terus terasah semakin baik.

  • Tujuan

Tujuan saya adalah mendapatkan kepuasan dalam bekerja.

  • Nilai

Nilai yang ingin saya terapkan adalah selalu rendah hati, bersyukur, percaya diri, positif tihking, dan selalu berusaha memberikan nilai tambah pada diri disetiap harinya.

  • Kemampuan

Kemampuan yang dimiki oleh saya harus sudah mampu untuk memenuhi standar dari pekerjaan yang saya geluti.

4.1.2        Keluarga

Seperti yang telah saya bahas diatas tentang masalah keluarga, disini saya sebagai anak pertama dari dua bersaudara harus ikut bertanggung jawab akan kebutuhan adik saya. Walaupun orang tua masih mampu membiayai tetapi tanggung jawab sebagi kakak harus tetap dijalankan. Karena dengan begini saya mampu membantu mengurangi sedikit beban finansial keluarga yang ditanggung oelh orang tua.

4.1.3        Karir

  • Jalur Karir

Jalur karir yang saya minati adalah yang berhubungan dengan orang dan dan data yaitu menjadi marketing dan berkembang menjadi public realitionship.

  • Tugas dan Tanggung Jawab Pekerjaan

Tugas yang diberi harus sesuai dengan job dess dan bukan menjadi hal yang monoton. Tanggung Jawab diberikan sesuai dengan pekerjaan atau job dess serta berdasarka resiko pekerjaan

  • Gaya dan Jalur Kerja

Berkelompok dan diberi kelelusaan dalam menciptakan ide dan kreasi baru dalam bekerja. Jalur kerja harus berkesinambungan

  • Peralihan Kerja

Dapat dilakukan apabila memang belum bisa mencapai target perusahaan

  • Pergantian Pekerjaan

Dapat dilakukan bila memang dirasa lebih sesuain dengan kemampuan saya.

  • Budaya Perusahaan

Diciptakan nyaman, profesional, sportif, dan kekeluargaan

 

 

 

Jalur Karir

Nama               : Prima Maaryan

NIM                   : 01211129

Jurusan            : Manajemen

 

TUGAS MANAJEMEN KARIR

 

  • Visi Karir :

Dua tahun lagi dari sekarang saya akan menjadi seorang marketing yang professional yang mampu membangun hubungan yang sangat baik dalam berbisnis dengan para client saya, yang nantinya mereka adalah asset saya untuk membuka peluang saya menjadi seorang entrepreneur pada lima tahun lagi dari sekarang.

  • Misi Karir :

Saya membawa misi yaitu agar dapat mandiri dan tidak merepotkan orang tua serta menjadi anak yang berbakti pada orang tua. Selain itu dapat bermanfaat bagi saudara dan teman – teman saya atau lebih luasnya bagi masyarakat agar dapat membantu menciptakan lapangan kerja baru bagi mereka. Dapat menabung untuk modal berumah tangga agar dapat membahagiakan keluarga kecil saya sendiri kelak.

  • Jalur Karir Orang Tua :

*Dalam hitungan per bulan

 

  • Jalur Karir Saya :

*Dalam hitungan per bulan

*Dalam hitungan per bulan

  • Langkah – langkah dalam mencapai karir saya adalah :
  1. Usia 22 th – 23 th pekerjaan teller untuk bisa menjadi marketing dan mencoba berbisnis franchise yang saya lakukan saat ini adalah belajar menawari produk tabungan di bank tempat saya bekerja. Mengikuti seminar tentang bagaimana menjadi seorang marketing yang profesional. Melamar ke perusahaan untuk menjadi marketing barang seperti, marketing properti dll.Saat ini juga mulai menabung untuk bisa membuka usaha franchise.dan yang terakhir adalah mengikuti kursus bahasa inggris dan kursus memasak.
  2. Usia 23 th – 25 th pekerjaan marketing untuk bisa meningkatkan karir saya ke promotion head maka yang saya lakukan adalah belajar public speaking, membangun realitonship yang baik dengan customer. Kuliah S 2 dengan jurusan manajemen pemasaran atau komunikasi. Ikut membantu usaha keluarga yang sudah ada untuk mencari pengalaman dalam berbisnis kuliner.
  3. Usia 25 th – 30 th pekerjaan promotion head membuka bisnis kuliner bersisitem franchise untuk mencari pengalaman berusaha kecil – kecilan. Menabung untuk membuka usaha sendiri bukan hanya sekedar franchise. Mengembangkan karir di bidang public realiton untuk menambah teman dan mencari pengalaman baru.
  4. Usia 30 th – 40 th mulai lepas dari perusahaan orang dan fokus untuk membuka usaha sendiri di bidang kuliner dengan membuka cafe mie dan membuka usaha dibidang jasa yaitu PR konsultan. Mencoba berinvestasi dalam bentuk tanah, emas, dan saham.
  5. Usia 40 th – 55 th memperlebar usaha cafe mie menjadi restauran mie ternama.membuka cabang di seluruh indonesia. Tetap menjalankan usaha sebagai konsultan PR.

 

 

UTS Manajemen Karier Prima Maryan 01211129

1. Ruang Lingkup Manajemen Karir Secara luas, manajemen karir meliputi seluruh kegiatan yang berkenaan dengan pekerjaan pegawai. Kegiatan ini di mulai dari proses penarikan (rekrutmen) pegawai, penempatan pegawai, pengembangan pegawai, dan berakhir pada pemberhentian pegawai. Walker (1980) misalnya, membuat sederetan issue dalam manajemen karir. Ia mengkaitkannya dengan berbagai kegiatan perencanaan ketenagakerjaan

2. jelaskan perbedaan perencanaan karir di perusahaan atau tingkat organisasi dan perencanaan karir individual?

organisasi :

  • mengembangkan dan mempromosikan karyawan dari dalam perusahaan
  • mengurangi kekurangan tenaga berbakat yang dapat dipromosikan
  • menyatakan minat pada karyawan
  • mengurangi turnover karyawan
  • memunhkinkan manajer untuk menyatakan minat pribadi terhadap bawahannya.
  • menciptakan citra rekuitmen yang positif                                      Organisasi :
  • Indpenilaian diri untuk menentukan kekuatan,kelemahan,tujuan,aspirasi
  • penilaian pasar tenaga kerja untuk menentukan tipe kesempatan yang tersedia
  • penyusunan tujuan karir berdasarkan evalusi diri
  • pencocokan kesempatan terhadap kebutuhan dan tujuan serta pengembangan strategi karir
  • perencanaan transisi karir

3. jelskan faktor yang mempengaruhi pengembangan karir

  • Hubungan pegawai dan organisasi
  • personalia pegawai
  • faktor – faktor eksternal
  • politicking dalam organisasi
  • sytem penghargaan
  • jumlah pegawai
  • ukuran organisasi
  • kultur organisasi
  • tipe manajemen

4. bedakan istilah jalur karir, manajemen karir, dan konseling karir

  • jalur karir adalah pola pekerjaan yang berurutan yang membentuk karir seseorang
  • manajemen karir adalah akttivitas organisasi dalam memilih, menilai, menugaskan, dan mengembangkan para karyawan dalam rangka menyiapkan dan menyediakan orang-orang yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan-kebuthan organisasi di masa yang akan datang.
  • konseling karir adalah proses mengidentifikasi masalah-masalah yang berhubungan dengan karir seorang pegawai serta mencari alternatif dari berbagai masalah tersebut

5. sebutkan peran organisasi dalam pengembagan karir

  • komunikasi misi, kebijakan, dan prosedur
  • memberikan peluang pelatihan dan pengembangan
  • memberikan infomasi karir dan program karir
  • menawarkan satu keaneka ragaman pilihan karir

6. jelaskan lima syarat perencanaan karir pegawai

  • Dialog, melalui dialog inilah diharapkan timbul saling pengertian antara pegawai dan organisasi tentang prospek masa depan si pegawai
  • Bimbingan, melaui inlah pegawai dituntut untuk memahami berbagai informasi tentang karir mereka.
  • Keterlibatan Individual, setiap individu pegawai seharusnya seharusnya dilibatkan dalam proses perencanaan karir, mereka harus diberi kesempatan berbicara dan memberikan masukan dalam proses tertentu.
  • Umpan balik, proses pemberian umpan balik selalu terjadi jika ada dialog.
  • Mekanisme Perencanaan Karir, tata cara atau prosedur yang ditetapkan agar proses perencanaan karir dapat dilaksanakan sebaik-baiknya.

7. manfaat apa yang anda dapatkan mengikuti mata kuliah ini, dan materi apa lagi yang ingin anda dapatkan dalam mata kuliah manajemen karir?

Manfaat yang saya peroleh adalah saya jadi lebih percaya diri dalam memutuskan karir hidp yang sesuai dengan minat dan bakat saya.

materi yang perlu ditambah adalah tentang materi yang membahas tentang tes psikologi agar kita dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan yang mahasiswa punya.

Tugas Manj.Karier ( Penelitian SPG Kartu Kredit )

1. Latar Belakang

Banyak cara untuk melakukan pemasaran produk mulai dari pendekatan visual,verbal,bahkan sampai ada yang sampai melakukan pendekatan personal untuk bisa mencapai target penjualan yang maksimal. Pemasaran satu arah seperti melalui media cetak maupun elektronik masih tetap terpakai tetapi dari sekian cara yang digunakan untuk memasarkan produknya banyak perusahaan memakai jasa marketing dan sales product agar dapat secara langsung memperkenalkan produk tersebut ke konsumen. Jasa para penjual ini sudah tidak dapat diragukan lagi karena memang terbukti lewat mereka pula penjualan produk dan pengenalan produk lebih efektif.

Sebagai tenaga sales product, saat ini terdapat bagian pemasaran langsung yang menawarkan produk maupun sample product. Bagian ini biasanya dikenal sebagai sales promotion, dan karena adanya karakter gender maka terdapat sales promotion girls dan sales promotion boys. Pada kali ini kita hanya akan fokus pada pekerjaan sebagai SPG dan perjalanan karier mereka. Pengertian sales promotion girls dapat dilihat dari berbagai aspek. Secara penggunaan bahasa, menurut Poerwodarminto (1987:198), sales promotion girl merupakan suatu profesi yang bergerak dalam pemasaran atau promosi suatu produk. Profesi ini biasanya menggunakan wanita yang mempunyai karakter fisik yang menarik sebagai usaha untuk menarik perhatian konsumen.( http://www.jadimodel.com/spg.htm )

Retnasih (2001:23) menyatakan: “Sales promotion girl adalah seorang perempuan yang direkrut oleh perusahaan untuk mempromosikan produk.” Pendapat ini melihat keberadaan sales promotion girls dari fungsinya yaitu sebagai pihak presenter dari suatu produk. Lebih lanjut pendapat ini mengilustrasikan bahwa tugas utama dari sales promotion girls adalah promosi produk, pada umumnya status sales promotion girls adalah karyawan kontrakan. Mereka dikontrak dalam kurun waktu tertentu untuk mempromosikan produk.

Biasanya perusahaan akan memilih SPG yang sesuai dengan produk yang akan mereka jual misalnya saja untuk produk kecantikan pastinya yang menjadi modal utama adalah para SPG yang berkulit putih, bersih,dan pastinya cantik. Kenapa demikan, karena kesesuaian antara produk yang dipromosikan dengan kualifikasi sales promotion girls memungkinkan akan meningkatkan daya tarik konsumen pada produk yang dipromosikan. Keberadaan karakter fisik seorang sales promotion girl tersebut, secara fungsional dapat mengangkat citra produk, terutama produk konsumsi langsung.

Penggunaan jasa SPG saat ini bukan hanya dibutuhkan oleh para perusahaan produksi saja akan tetapi meluas sampai ke perusahaan property dan perusahaan jasa, mulai dari perusahaan jasa non keuangan sampai perusahaan jasa yang bergerak di bidang keuangan seperti perbankan. Perusahaan perbankan khusunya memperkerjakan SPG ini untuk produk – produk tertentu mereka seperti Kartu Kredit yang banyak kita jumpai di berbagai tempat seperti di mal atau pada event tertentu.

Untuk lebih fokus dalam pembahasan tentang SPG ini maka dalam penelitian ini kami akan membahas tentang PERJALANAN KARIER SEORANG SPG KARTU KREDIT DI KOTA SURABAYA

2. Identifikasi Masalah

Adapun identifikasi masalah dari penelitian ini adalah :
a. Apa sajakah kemampuan yang harus dimiliki untuk menjadi seorang SPG Kartu Kredit
b. Bagaimana sistem ketenaga kerjaan SPG Kartu Kredit
c. Apa sajakah manfaat yang diperoleh mereka selama menjadi SPG Kartu Kredit
d.Bagaimana jenjang karier yang diharapkan sebagai SPG Kartu Kredit
e. Faktor apakah yang membuat mereka ingin bekerja sebagai SPG Kartu Kredit

 3. Tujuan Penelitian

Adapun identifikasi masalah dari penelitian ini adalah :
a.Untuk mengetahui kemampuan yang harus dimiliki untuk menjadi seorang SPG Kartu Kredit
b.Untuk mengetahui sistem ketenaga kerjaan SPG Kartu Kredit
c.Untuk mengetahui manfaat yang diperoleh mereka selama menjadi SPG Kartu Kredit
d.Untuk mengetahui jenjang karier yang diharapkan sebagai SPG Kartu Kredit
e.Untuk mengetahui Faktor yang membuat mereka ingin bekerja sebagai SPG Kartu Kredit

KUISIONER

1. Apa yang anda cita – citakan sebelum berkerja menjadi SPG kartu kredit?
a. Pekerja kantoran
b. Wiraswasta
c. Ibu rumah tangga
d. Tetap di dunia multy marketing
e. Lainnya…..

2. Siapa yang mengajak anda bekerja menjadi seorang SPG kartu kredit?
a. Keinginan diri sendiri
b. Teman
c. Orang tua
d. Kerabat
e. Lainnya…..

3. Apa yang membuat anda tertarik untuk menjadi seorang SPG kartu kredit?
a. Menambah pengalaman kerja
b. Untuk memenuhi kebutuhan hidup
c. Mengisi waktu
d. Ingin banyak teman
e. Lainnya…..

4. Sudah berapa lama anda menjadi seorang SPG kartu kredit?
a. < 6 bulan
b. 6 bulan s/d 1 tahun
c. 1 tahun s/d 2 tahun
d. > 2 tahun
e. Lainnya…..

5. Berapakah gaji yang anda dapatkan semenjak menjadi SPG kartu kredit?
a. < 500 ribu
b. 500 ribu s/d 1 juta
c. 1 juta s/d 2 juta
d. > 2 juta
e. Lainnya…..

6. Apa status ketenaga kerjaan diperusahaan ( Bank ) yang dimana anda sebagai SPG Kartu Kredit?
a. Pegawai tetap
b. Pegawai kontrak
c. Pegawai outsorce
d. Free lance
e. Lainnya…..

7. Untuk menjadi seorang SPG yang baik modal apa saja yang harus dipenuhi?
a. Penampilan
b. Cara memasarkan
c. Pandai mengambil hati
d. Semua benar
e. Lainnya…..

8. Bagaimana cara anda menawarkan kartu kredit agar banyak yang berminat untuk memakainya?
a. Merayu calon nasabah kartu kredit
b. Memberikan bonus kepada calon nasabah kartu kredit
c. Menjelaskan secara detail keunggulan dari penggunaan kartu kredit
d. Mengurangi bahkan menghilangkan penjelasan tentang kekurangan kartu kredit
e. Lainnya…..

9. Jika anda mendapatkan tawaran untuk bekerja dibidang non multy marketing ( SPG ) akan tetapi gajinya dibawah gaji anda sekarang, apakah yang anda lakukan?
a. Berminat
b. Bersedia
c. Dipikir – dipikir dahulu
d. Tidak berminat
e. Lainnya…..

10. Bagaimana pendapat keluarga anda mengenai pekerjaan anda sebagai SPG kartu kredit?
a. Mendukung
b. Kurang mendukung
c. Biasa saja
d. Tidak mendukung
e. Lainnya……

tugas manaj. karir

Surabaya, April 02, 2012

Attention:

Personel HRD of PT Aneka Jaya Tbk.

Gedung PT. Aneka Jaya Tbk. 2nd floor

Jl. Anggrek Merah Kav.27

Surabaya

Dear Sir/Madam,

Refer to your requirement advertised in Jawa Post March 27 2012, interested in joining your company as a administrator and to contribute with your respected company.

I am twenty-four  years of age, single and in good health condition. I was graduated from Narotama University , Surabaya in 2011. My scholastic record is satisfactory and also skilled at Accounting duties. I am be able to use English both oral and written, computer literate, able to use MS Office package such as MS Excel, MS Word, MS PowerPoint, MS OutLook and Internet, also familiar with English Correspondences and Administration duties.

Now, I am working as Front Liner  at PT. OCBC NISP Bank tbk. I am willing to learn and work very well with others and anxious to put my knowledge into practical. Enclosed is my resume and latest photograph for your review and considerations.

I hope you will grant me an interview and the opportunity to give you more details about my self.

 

 

Yours faithfully,

Prima Maryan

 

Curriculum Vitae

 

Personal Details

Full Name                    : Prima Maryan

Sex                              : Female

Place, Date of Birth    : Kupang , March 16, 1989

Nationality                   : Indonesia

Marital Status              : Single

Height, Weight            :158 cm, 53 kg

Health                          : Perfect

Religion                       : Moslem

Address                       : Jl. Ngaglik DKA 70, Surabaya, 60136

Mobile                         : +6281123456789

Phone                         : +6231 – 654321

E-mail                         : Prima@yahoo.com

Educational Background

1994 – 2000                : SDN Kapasari X, Surabaya

2000 – 2004                : SMPN 9, Surabaya

2004 – 2007                : SMAN 7, Surabaya

2007 – 2009                : Management at the university of Narotama Surabaya

 

Course & Education

2004 – 2005             : Computer & Internet Course at Puskom Gilland Ganesha, Surabaya

2005– 2006              : English Language Course at LBA Gilland Ganesha, Surabaya

Qualifications

  1. Accounting & Administration Skills (Journal Printing & Calculation, Ledger, Petty Cash Payroll & Calculation, Inventory Controls, Project Data Updating, Teller, Salary Caldulation).
  2. Computer Literate (MS Word, MS Excel, MS Power Point, MS Access, MS Outlook).
  3. Internet Literate.

Working Experience

Working at PT. OCBC NISP Bank Tbk, Surabaya

Period              : March 2011 – March 2012

Purpose           : contract employees

Position           : Front Liner

Job’s Description :

  • processing customer transactions,
  • deposit money,
  • withdraw,
  • transfer,
  • currency exchange,
  • customer account data processing,
  • account opening, and others.